Senin, 19 Desember 2011

TUGAS SIM KE 4 "Keamanan dan Kontrol Sistem Informasi"

Pentingnya pengendalian sistem informasi

Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.Tujuan Umum sistem informasi manajemen adalah Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa,produk,dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan,pengendalian,pengevaluasian,dan perbaikan berkelanjutan.Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:Perencanaan,formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan.Oleh karenanya,perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut. Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran.Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan,dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.Pengambilan Keputusan,proses pemilihan diantara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan.
Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian. Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan.

  • Tugas pengendalian dalam Sistem Informasi yang terdiri dari :
1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
2. Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh,informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik,akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
3. Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called business decision making).
Nilai Informasi Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya
  • Kontrol dan Proses Pengembangan

Untuk memastikan bahwa CBIS yg diimplementasikan dpt memenuhi kebutuhan pemakai atau berjalan sesuai rencana :
1. Fase Perencanaan
Mendefinisikan tujuan dan kendala.
2. Fase Analisis & Disain
Mengidentifikasi kebutuhan informasi
Menentukan kriteria penampilan
Menyusun disain dan standar operasi CBIS.
3. Fase Implementasi
Mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima
Memastikan apakah memenuhi criteria penampilan
Menetapkan prosedur utk memelihara CBIS
4. Fase Operasi & Kontrol
Mengontrol CBIS selagi berevolusi selama fase SLC
Memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan
  • Kontrol Desain Sistem
Tujuan untuk memastikan bahwa disainnya bisa meminimalkan kesalahan, endeteksi kesalahan dan mengoreksinya.
Kontrol tidak boleh diterapkan jika biayanya lebih besar dari manfaatnya. Nilai atau
manfaat adalah tingkat pengurangan resiko.
A . Permulaan Transaksi (Transaction Origination)

Perekaman satu elemen data/lebih pada dokumen sumber
1. Permulaan Dokumentasi Sumber
Perancangan dokumentasi
Pemerolehan dokumentasi
Kepastian keamanan dokumen
2. Kewenangan
Bagaimana entry data akan dibuat menjadi dokumen dan oleh siapa
3. Pembuatan Input Komputer
Mengidentifikasi record input yang salah dan memastikan semua data input
diproses
4. Penanganan Kesalahan
Mengoreksi kesalahan yang telah dideteksi dan menggabungkan record yg
telah dikoreksi ke record entry
5. Penyimpanan Dokumen Sumber
Menentukan bagaimana dokumen akan disimpan dan dalam kondisi
bagaimana dapat dikeluarkan.
B . Entri Transaksi
Entri Transaksi mengubah data dokumen sumber menjadi bentuk yang dapat
dibaca oleh komputer.
1. Entri Data
Kontrol dalam bentuk prosedur tertulis dan dalam bentuk peralatan
inputnya sendiri. Dapat dilakukan dengan proses offline/online
2. Verifikasi Data
a. Key Verification (Verifikasi Pemasukan)
Data dimasukkan ke sistem sebanyak 2 kali
b. Sight Verification (Verifikasi Penglihatan)
Melihat pada layar sebelum memasukkan data ke system
3. Penanganan Kesalahan
Merotasi record yang telah dideteksi ke permulaan transaksi untuk
pengoreksian
4. Penyeimbangan Batch.
Mengakumulasikan total setiap batch untuk dibandingkan dengan total yang
sama yang dibuat selama permulaan transaksi.
C . Komunikasi Data
Tanggungjawab manajer jaringan dengan menggabungkan ukuran keamanan ke dalam
sistem dan memonitor penampilan untuk memastikan keamanan telah dilakukan dgn
baik
1. Kontrol Pengiriman Data
2. Kontrol Channel Komunikasi
3. Kontrol Penerimaan Pesan
4. Rencana Pengamanan Datacom Secara Keseluruhan
D . Pemrosesan Komputer
Dikaitkan dengan input data ke komputer dan dibanguun dalam program dan database
1. Penanganan Data
2. Penanganan Kesalahan
3. Database dan Perpustakaan Software
# Password # Direktori Pemakai
# Direktori Field # Enkripsi
E . Output Komputer
Komponen subsistem ini bertanggung jawab untuk mengirimkan produk jadi kepada
pemakai
1. Distribusi
Kontrol pada distribusi laporan berusaha untuk memastikan ketepatan orang yang
menerima output.
2. Penyeimbangan Departemen Pemakai
Bila departemen pemakai menerima output dari komputer, maka keseluruhan
kontrol dari output dibandingkan dengan total yang sama yang telah ditetapkan
pada waktu pertama kali data input dibuat.
3. Penanganan Kesalahan
Kelompok kontrol tertentu dapat ditetapkan didalam area pemakai dengan
menjalankan prosedur formal untuk mengoreksi kesalahan.
4. Penyimpangan Record
Tujuan komponen kontrol yang terakhir ini adalah untuk memelihara keamanan
yang tepat terhadap output komputer dan untuk mengontrol penyelesaian yang siasia.
5. Penyeimbangan Operasi Komputer
Kontrol ini memungkinkan pelayanan informasi untuk memverifikasi bahwa semua
batch dan transaksi yang diterima dari departemen pemakai telah diproses.

  • KONTROL PENGOPERASIAN SISTEM
Kontrol pengoperasian sistem dimaksudkan untuk mencapai efisiensi dan
keamanan.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan
menjadi 5 area :
1. Struktur organisasional
Staf pelayanan informasi diorganisir menurut bidang spesialisasi. Analisis,
Programmer, dan Personel operasi biasanya dipisahkan dan hanya mengembangkan ketrampilan yang diperlukan untuk area pekerjaannya sendiri.
2. Kontrol perpustakaan
Perpustakaan komputer adalah sama dengan perpustakaan buku, dimana didalamnya ada pustakawan, pengumpulan media, area tempat penyimpanan media dan prosedur untuk menggunakan media tersebut. Yang boleh mengakses perpustakaan media hanyalah pustakawannya.
3. Pemeliharaan Peralatan
Orang yang tugasnya memperbaiki computer yang disebut Customer Engineer (CE) / Field Engineer (FE) / Teknisi Lapangan menjalankan pemeliharaan yang terjadwal / yang tak terjadwal.
4. Kontrol lingkungan dan keamanan fasilitas
Untuk menjaga investasi dibutuhkan kondisi lingkungan yang khusus seperti ruang computer harus bersih keamanan fasilitas yang harus dilakukan dengan
penguncian ruang peralatan dan komputer.
5. Perencanaan disaster
a. Rencana Keadaan darurat
Prioritas utamanya adalah keselamatan tenaga kerja perusahaan
b. Rencana Backup
Menjelaskan bagaimana perusahaan dapat melanjutkan operasinya dari ketika
terjadi bencana sampai ia kembali beroperasi secara normal.
c. Rencana Record Penting
Rencana ini mengidentifikasi file data penting & menentukan tempat penyimpanan
kopi duplikat.
d. Rencana Recovery
Rencana ini mengidentifikasi sumber-sumber peralatan pengganti, fasilitas
komunikasi da pasokan-pasokan.
MENGAMANKAN SUMBER DAYA INFORMASI
Perusahaan melakukan investasi besar dalam sumber daya informasinya
Sumber daya tersebar di seluruh organisasi dan tiap manajer bertanggungjawab atas sumber daya yang berada di areanya, membuat mereka aman dari akses yang tidak sah Selengkapnya...

Sabtu, 10 Desember 2011

TUGAS SOFTSKILL SIM III

1. Jelaskan evolusi dari Computer Based Information System!


Dalam beberapa hal tiap subsistem CBIS identik dengan organisme hidup yakni lahir, tumbuh, matang, berfungsi dan mati. Proses evolusi tersebut dinamakan siklus hidup sistem (system life cycle – SLC).
Pengembangan CBIS mengikuti system life cycle, yang terdiri dari :
Siklus hidup suatu sistem bisa berlangsung beberapa bulan ataupun beberapa tahun (dalam satuan bulan atau tahun). Penentu lama dan yang bertanggung jawab atas SLC berulang ialah pemakai CBIS.
Walau banyak orang mungkin menyumbangkan keahlian khusus mereka untuk pengembangan sistem berbasis komputer, pemakailah yang bertanggung jawab atas siklus hidup sistem. Tanggung jawab untuk mengelola CBIS ditugaskan pada manajer.
Seiiring berkembangnya CBIS,manajer merencanakan siklus hidup dan mengatur para spesialis informasi yang terlibat. Setelah penerapan, manajer mengendalikan CBIS untuk memastikan bahwa sistem tersebut terus menyediakan dukungan yang diharapkan.Tanggung jawab keseluruhan manajer dan dukungan tahap demi tahap yang diberikan oleh spesialis informasi digambarkan pada Gambar 1.14.
Ketika manajer memilih untuk memanfaatkan dukungan para spesialis informasi,kedua pihak bekerjasama untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah, mengidentifikasi dan mengevaluasi solusi alternative, memilih solusi terbaik,merakit perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai,membuat basis data, dan menjaga kemutakhiran sistem.

2. Jelaskan manfaat dan kendala yang dapat diantisipasi dari E-Commerce!


Manfaat yang dapat diantisipasi dari E-Commerce :
Pelayanan pelanggan yang lebih baik.
Hubungan dengan pemasok dan masyarakat keuangan yang lebih baik.
Pengembangan atas investasi pemegang saham dan pemilik yang meningkat.
Kendala yang dapat diantisipasi dari E-Commerce :
Biaya tinggi.
Masalah keamanan.
Perangkat lunak yang belum mapan atau tidak tersedia.

3. Jelaskan model yang digunakan dalam Model Sistem Umum Perusahaan!

Definisi Model : penyederhanaan dari suatu objek.
Model mewakili sejumlah objek atau aktifitas yang disebut entitas.
JENIS-JENIS MODEL :


1.     Model Fisik ; penggambaran entitas dalam bentuk 3 dimensi.
2.     Model Naratif ; menggambarkan entitas secara lisan atau tulisan.
3.     Model Grafik ; menggambarkan entitas dengan sejumlah garis atau symbol.
4.     Model matematika ; sebagian besar perhatian dalam pembuatan bisnis (business modeling) saat ini tertuju pada model matematika. Keunggulannya, ketelitian dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek.

Kegunaan Model :


1.     Mempermudah Pengertian, suatu model pasti lebih sederhana dari pada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan dalam cara yang sederhana.
2.     Mempermudah Komunikasi, setelah problem solver mengerti entitasnya, pengertian itu sering pula dikomunikasikan pada orang lain.
3.     Memperkirakan Masa Depan, ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat disediakan model-model jenis lain.


“MODEL SISTEM UMUM” 


1.     Sistem Fisik, merupakan sistem terbuka, yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik.

Arus sumber daya fisik yang mengalir :
1.     Arus material.
2.     Arus personil.
3.     Arus mesin.
4.     Arus uang.
Sistem Fisik Perusahaan sebagai system yang terkendali
2. Sistem Konseptual,
Sebagian sistem terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, sebagian lagi tidak. Pengendalian ini dapat dicapai dengan menggunakan suatu lingkaran yang disebut “Lingkaran Umpan Balik” yang menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme pengendalian begitu pula sebaliknya.
a.             Sistem Lingkaran Terbuka.
b.            Sistem Lingkaran Tertutup.

Pengendalian Manajemen; pihak manajemen menerima informasi yang menggambarkan output sistem.
Pengolah Informasi; Perjalanan informasi tidak selalu dari sistem fisik kepada manajer. Para manajer memperoleh informasi dari sistem yang menghasilkan informasi dari data yang terkumpul.
4.Apa yang anda ketahui tentang konsep Management By Exception,jelaskan!

suatu gaya yang diikuti manajer,yaitu manajer terlibat dalam aktifitas hanya jika aktifitas itu menyimpang dari kinerja yang dapat diterima.

Perbandingan antara kinerja yang direncanakan dengan kinerja actual. Sehingga informasi dapat langsung didapat dan digunakan untuk menyelesaikan setiap permasalahan.
Selengkapnya...

Kamis, 20 Oktober 2011

TUGAS 2 (SIM)

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN => jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu sistem (terintegrasi) dengan maksud memberikan informasi (yang bersifat intern dan ekstern) kepada manajemen,sebagai dasar pengambilan keputusan.



PERANAN DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN :
Di zaman yang serba canggih serta perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang mengakibatkan penyebaran informasi di berbagai berita yang menghimpun peristiwa-peristiwa yang terjadi di berbagai belahan dunia menjadi begitu pesat. Penyebaran informasi yang demikian pesat diwadahi oleh media-media informasi dan komunikasi, baik secara cetak maupun elektronik yang mampu memberikan informasi tersebut secara langsung. Informasi yang diperoleh dengan cepat sudah tentu mempunyai nilai yang tinggi pula, sebaliknya yang terlambat diperoleh mempunyai nilai yang rendah bahkan tidak ada nilainya. Penyebaran informasi ini tidak luput dari perhatian dunia bisnis karena saat ini tidak ada suatu pengambilan keputusan yang tidak memerlukan informasi yang cepat dan tepat. Siapa yang menguasai informasi pada erea globalisasi sekarang dapat digolongkan sebagai raja, karena era sekarang tidak ada lagi manusia yang hidup tanpa informasi. Hal ini yang menyebabkan informasi itu semakin penting dan mahal. Perusahaan membutuhkan informasi itu sebagai sumber daya vital bagi kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri. Selengkapnya...

Tidak Ada Jual Beli Virus


Benarkah para peneliti virus di Indonesia suka membawa hasil penelitiannya untuk kepentingan pihak lain? Menteri Kesehatan baru dan mantan menkes kompak membantahnya.

Tudingan jual beli virus muncul sesaat setelah nama Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih ditunjuk secara mengejutkan oleh Presiden SBY sebagai menkes.

Endang dikabarkan pernah membawa 50 sampel virus H1N1 ke luar negeri sehingga sempat dimutasi, meski kabar tersebut telah dibantah oleh mantan Menkes Siti Fadilah Supari dan Endang sendiri.

"Tidak, tidak ada itu," sergah Siti Fadilah sambil menggeleng-gelengkan kepala sesaat setelah acara sertijab yang berlangsung di Depkes.

Sesaat kemudian Endang membantah bahwa tidak ada virus yang diperjualbelikan, hal ini menurutnya hanya pelintiran dari wartawan saja dan virus juga tidak laku jika dijual.

Lebih lanjut Endang menambahkan bahwa dirinya hanya membawa virus tersebut untuk diteliti lebih lanjut di sana.

Sebenarnya tidak mudah untuk membawa virus ke luar negeri karena pengiriman ini sangat terlindungi, benar-benar harus lengkap siapa pengirimnya dan ditujukan kepada siapa serta adanya pengawasan yang ketat.

Lebih lanjut Endang mengakui bahwa dirinya memang dekat dengan Namru, "Saya juga dekat dengan NIID dari jepang, dekat dengan China karena ada penelitian mengenai malaria dan kedekatan ini sebagai peneliti dan berbasis kerjasama. Sama seperti saya dengan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan POGI (Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia)," lanjutnya.

Endang juga menambahkan sebaiknya semua kerja sama jangan dibatasi hanya untuk beberapa penyakit tertentu saja. Tapi semua penyakit yang berpotensi menjadi sebuah pandemi, sebaiknya harus dilakukan kerja sama yang adil, setara dan saling menguntungkan.

"Kerja sama ini tidak harus selalu dengan Namru, tapi bisa juga dengan negara lain seperti Jepang, Cina, Inggris atau Australia," ungkap dokter lulusan Harvard ini. Selengkapnya...

Mengatasi Insomnia Dengan Menghambat Produksi Enzim


Peneliti di University of Pennsylvania menemukan bahwa gangguan memori akibat kurang tidur (insomnia) ternyata bisa diperbaiki dengan menghambat suatu enzim PDE4.Penemuan ini diharapkan bisa memacu produksi obat yang lebih tepat untuk penderita insomnia.

Penyakit insomnia atau sulit untuk tertidur saat ini banyak melanda masyarakat, salah satu pemicunya adalah banyaknya tekanan serta tingginya tingkat stres. Padahal tidur merupakan hal yang sangat penting bagi otak.

Sebuah penelitian dengan menggunakan hewan percobaan tikus menemukan bahwa kurang tidur dapat mengganggu jalur molekular di bagian otak yang terlibat dalam proses belajar dan mengingat (memori). Selain itu akibat dari kurang tidur juga memicu seseorang memiliki sifat pelupa.

Peneliti di University of Pennsylvania mencoba melakukan hambatan terhadap suatu enzim tertentu. Dalam penelitian ini tikus dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok mendapatkan istirahat yang cukup sedangkan kelompok lainnya secara terus menerus mendapat gangguan. Kelompok tikus yang kurang tidur menunjukkan beberapa masalah pada saat melakukan tes, dimana tes tersebut sebenarnya telah dipelajari sebelumnya.

Berdasarkan analisis aktivitas dari hippocampus yaitu bagian otak yang digunakan untuk mengatur kemampuan memori dan pembelajaran, ditemukan peningkatan jumlah enzim PDE4 dan berkurangnya jumlah molekul cAMP. Molekul ini diketahui memainkan peranan penting dalam pembentukan sambungan otak atau synapses.

Untuk itu biasanya diberikan inhibitor enzim Rolipram, yaitu suatu obat untuk depresi dan dapat meningkatkan koneksi tersebut. Selain itu enzim ini juga berguna untuk mengurangi konsentrasi dari enzim PDE4 dan meningkatkan jumlah cAMP.

"Tantangan utama dari bidang penelitian mengenai tidur ini adalah menentukan bagaimana gangguan tidur yang berhubungan dengan kelainan saraf dan psikiatris, penuaan serta kehidupan sehari-hari," ujar Ted Habel sebagai ketua penelitian, seperti dikutip dari BBCNews,

Habel menambahkan bahwa dengan ditemukannya hasil ini diharapkan dapat menciptakan pengobatan yang lebih baik untuk mengurangi efek kurang tidur terhadap fungsi hippocampus. Karena tidur itu sendiri berguna untuk memperkuat hubungan antara sel saraf di otak serta meningkatkan daya ingat dan kinerja seseorang.

Penemuan ini memberikan wawasan terhadap para peneliti mengenai apa yang sebenarnya terjadi di otak serta sebagai petunjuk dalam menemukan cara pengobatan yang lebih efisien terhadap penderita insomnia, sehingga dapat mempertahankan kualitas hidupnya. Untuk itu usahakanlah agar mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap harinya. Selengkapnya...

Beda Struktur Otak Politisi Liberal dan Konservatif


Tidak semua orang suka politik meskipun pada dasarnya tiap orang punya pandangan politik.Beda pandangan politik juga mempengaruhi kondisi otak,terbukti pada otak para politisi.

Ilmuwan menemukan adanya perbedaan yang mencolok otak antara politisi beraliran liberal dengan politisi beraliran konservatif.

Politisi liberal terkait dengan pola pikir yang berpandangan bebas dan terbuka. Sedangkan politisi konservatif terkait dengan pola pikir untuk mempertahankan tradisi atau kebiasaan (keadaan).

Ilmuwan Ryota Kanai dari University College London menemukan adanya perbedaan struktur otak dari politisi liberal dan konservatif.

Pada politisi liberal terdapat bagian yang lebih besar pada otak berwarna abu-abu yang ada di anterior cingulate cortex (ACC), yakni bagian otak yang terkait dengan kepentingan untuk memahami hal-hal yang kompleks.

Sedangkan otak politisi konservatif memiliki bagian yang lebih besar pada bagian otak di amygdala kanan, yang terkait dengan pengelolaan rasa takut.

Penemuan ini telah dilaporkan dalam jurnal Current Biology pada 8 April 2011 seperti dilansir dari news.com.au,

Konsekuensi orang yang memiliki bagian otak amygdala yang lebih besar (konservatif) menjadikannya lebih sensitif terhadap rasa jijik dan sangat responsif terhadap situasi yang mengancam dengan melakukan agresi. Hal ini berbeda dengan politisi liberal yang lebih meresponnya dengan hanya berekspresi.

Pada otak politisi liberal terlihat bagian anterior cingulate cortexes (ACC) yang lebih besar, yang merupakan wilayah otak untuk memantau ketidakpastian dan konflik. 

"Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa orang yang memiliki wilayah otak ACC lebih besar memiliki kapasitas yang lebih tinggi untuk menoleransi ketidakpastian dan konflik yang memungkinkannya menerima pandangan yang lebih liberal (terbuka)," kata Ryota Kanai.

Dalam penelitian ini, ilmuwan melakukan penelitian terhadap 90 orang dewasa muda dan sehat yang melaporkan pandangan politiknya pada skala 1-5, dari yang sangat liberal sampai yang sangat konservatif dan kemudian melakukan pemindaian terhadap daerah otaknya. 

Tapi masih perlu pengujian lebih lanjut apakah perbedaan struktur otak tersebut menyebabkan perbedaan pandangan politik pada setiap orang.

Namun peneliti menyimpulkan bahwa kajian ini memberikan jawaban bahwa orientasi politik seseorang ternyata erat kaitannya dengan masalah psikologis dan bagaimana seseorang mengelola rasa ketakutan dan ketidakpastian.

Karena politik memang identik dengan kekuasaan, sehingga orang yang berada di luar arena politik pun harus bisa melatih pandangan politiknya dengan jernih agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu. Selengkapnya...

Bukan Hati yang Memicu Rasa Benci Tapi Otak


'Hatinya penuh kebencian',begitu kalimat yang paling sering didengar jika menunjuk orang yang penuh rasa benci.Ternyata bukan hati yang memicu rasa benci tapi otak.

Peneliti mengungkapkan bahwa rasa benci berasal dari beberapa daerah otak yang menjadi aktif. Ilmuwan berhasil menemukan dasar-dasar neurologis dari kebencian.

Ahli saraf Semir Zeki dari University College London's Laboratory of Neurobiology melakukan studi yang melibatkan 17 partisipan orang dewasa dengan menggunakan alat functional magnetic resonance imaging (fMRI).

Dalam studi ini peserta yang terlibat diperlihatkan gambar-gambar orang dibencinya serta foto orang dikenal tapi tidak dibenci. Kemudian peneliti mengidentifikasi daerah di otak yang terkait dengan perasaan benci itu.

Hasil penelitian menemukan ada 'sirkuit (lingkaran) kebencian' di otak yang melibatkan beberapa daerah di otak menjadi lebih aktif seperti medial frontal gyrus, putamen kanan, premotor cortex dan medial insula.

daerah otak ini juga terlibat dalam memulai perilaku agresif, tapi perasaan yang terkait dengan agresif itu sendiri seperti kemarahan, bahaya dan takut menunjukkan pola yang berbeda.

Jika daerah-daerah di otak ini menjadi aktif maka akan menimbulkan rasa benci seseorang terhadap sesuatu atau orang lain. Hasil studi ini telah dilaporkan dalam edisi Oktober 2008 PLoSONE.

Salah satu area yang diaktifkan ketika seseorang benci kemungkinan juga berfungsi saat orang menilai orang lain dan memprediksi perilakunya. Sedangkan untuk perasaan cinta tampaknya daerah otak ini dinonaktifkan.

Sedangkan area putamen dan insula yang diaktifkan ketika membenci sesuatu ternyata juga diaktifkan saat terjadinya cinta romantis. Hubungan ini kemungkinan menjelaskan mengapa cinta dan benci sangat terkait erat satu sama lain dalam hidup.

Hasil studi ini masih menjadi langkah awal, dan diharapkan nantinya akan ada studi lebih lanjut mengenai aspek dan jenis kebencian pada situasi yang berbeda.

Hal ini menjadi penting untuk mengetahui bagian otak mana yang dirugikan akibat adanya kecenderungan emosional yang berubah. Selengkapnya...